Bagaimana pun baiknya kita berlaku baik, memang akan ada orang yang merasa bahwa kita tidak cukup baik baginya

Kamis, 07 Agustus 2014

Membaca Tanpa Menulis

Membaca Tanpa Menulis

CATATAN SEORANG IKHWAN
Tulisan ke-001
Oleh: Yusuf Khaerul Ikhwan

Tak cukup rasanya jika terus membaca dan membaca tanpa di akhirkan dengan menulis. Sungguh apa yang kita dapatkan dari membaca akan terasa hampa jika tak dituangkan lagi kedalam tulisan. Ilmu atau informasi akan bermanfaat untuk orang lain juga jika kita mau menuliskannya kembali informasi apa yang telah kita dapatkan dari hasil membaca. Akan menjadi sia-sia jika kita hanya menyimpannya didalam otak kita, ilmu itu akan selalu ada dibenak kita jika kita selalu mengajarkannya kepada orang lain.

Menurut saya, banyak para pembaca yang hanya mampu menyerap informasi yang mereka baca untuk diri mereka sendiri. Dan hal inilah yang membuat mereka sulit untuk menuangkannya kembali kedalam bentuk tulisan. Menulis itu bukan perkara yang mudah yang asal jadi. Butuh proses dan pemikiran yang tepat untuk menjadi sebuah tulisan. Butuh penelitian dan keabsahannya agar tulisan bisa benar-benar bermanfaat bagi orang lain.

Menjadi seorang penulis professional tidak langsung jadi begitu saja. Butuh proses dan latihan yang berkesinambungan agar kita mampu menulis dengan baik. Seperti halnya kita berbahasa. Awalnya kita tidak tahu aturan-aturan dalam berbahasa (grammar-pen), yang penting asalkan orang mengerti apa yang kita ucapkan,  namun karena seringnya kita berlatih akhirnya kita tahu cara berbahasa yang baik dan sopan.


______________
Salam, penulis pemula,-
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar