Bagaimana pun baiknya kita berlaku baik, memang akan ada orang yang merasa bahwa kita tidak cukup baik baginya
Tampilkan postingan dengan label Bulettin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulettin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2015

Remaja keren tuh kaya gini..

Remaja keren tuh kaya gini..


Catatan Seorang Ikhwan : 18
By : Yusuf Khaerul Ikhwan


Assalamu’alaikum wr. Wb.
Seneng rasanya diberi kesempatan untuk menulis lagi setelah sebelumnya sibuk dengan tugas-tugas kampus. Huffttt hidup itu memang melelahkan ya sob, banyak banget hal-hal yang bikin kita lalai dalam mengejar akhirat. Padahal mumpung masih muda harusnya ibadah kita lebih ditingkatkan lagi. tapi ternyata gak semudah itu, kadang urusan dunia pun gak jarang bikin lalai.

Kepengen nya sih enak sendiri, hidup berjalan apa yang seperti kita ingin kan, gak ada yang ngatur sana-sini dan gak ribet dengan tugas-tugas yang bikin kita cape. Santai dirumah, treveling, internetan, dan tidur-tiduran adalah hal-hal yang memang suatu kenikmatan yang luar biasa. tapi meskipun begitu rasanya gak enak memang bila harus jadi pengangguran setiap saat. Apalagi kesehariannya Cuma gitu-gitu aja.

What’s wrong?
Bekerja bikin kita cape, tidur-tiduran di rumah bikin kita malah bĂȘte. Yaah begitu lah hidup, mangkannya semua ada waktunya sob, keseharian kita tuh gak harus gitu-gitu mulu. Apalagi status kita yang masih remaja kepengen nya seneng-seneng aja, gak peduli masa depan kita. kadang kita selalu berfikir ‘ya masa depan itu gimana nanti aja, kita nikmati aja dulu mumpung masih muda’. Sungguh ini cara berfikir yang picik sekali. padahal mumpung masih muda, badan masih seger bugar, tenaga masih kuat, ada baiknya kita mulai bekerja keras agar nanti ketika tua kita bisa menikmati hasilnya.

Coba deh kalimat yang tadi kita balik, kalo jadi gini ‘masa depan kita nanti gimana?’. Nahh loh jadi gak enak kan. Harusnya mulai dari sekarang kita sudah punya perencanaan dan target hidup yang pasti agar waktu kita tuh gak terbuang sia-sia. Jika kamu pengen seneng-seneng gak salah ko sob, semua orang berhak mendapat kesenangan, tapi semua itu bertransformasi. Dalam hidup gak selalu kita mendapat kesenangan kadang juga pasti ada kesedihan, gak usah takut semua bakal berimbang kok.

Kalo kalian pengen seneng-seneng, dengan alasan mumpung masih muda, disini lah letak kesalahan kalian. Berarti kalian udah meyakini kalo masa tua kalian itu penuh dengan kesedihan dan penderitaan. Betulkan begitu?? Hayo sekarang siapa yang mau bilang ‘seneng-seneng dulu mumpung masih muda”. Gak ada yang mau kan?

Inget lagunya st12 yang sekarang berganti nama jadi setia band yang lagu nya ‘dunia pasti berputar’. Itu bukan hanya sekedar judul lagu sob tapi juga ada pesan tersirat di dalam nya yang harus kita hayati betul-betul. Jadi gini maknanya, yang tadi juga udah saya jelaskan di atas. Dalam hidup itu gak selalu senang aja, tapi juga pasti kita akan mendapatkan kesedihan, entah itu berupa cobaan ataupun sebagainya. Dan pada intinya salah bila kalian mengatakan mumpung masih muda kita nikmati masa muda ini.

Jadi remaja keren
Kini saat nya untuk kita rubah mindset kita atau pola pikir kita. Jadilah remaja keren yang bisa di andalkan oleh bangsa ini. Mungkin terlalu jauh kalo kita ngomong kesitu, yaah setidak nya kalian bisa membanggakan orang tua kalian, atau paling nggak orang-orang disekitar kalian itu bisa bangga atas keberadaan kalian.

Jangan kalian berfikir kalian gak ada apa-apanya dan gak bisa apa-apa. Kita semua hebat, dibalik kekurangan kita, Allah juga telah memberikan kita kelebihan yang luar biasa. hanya saja kita belum mengetahuinya atau tidak menyadarinya. Percaya deh sob, jika kamu saat ini belum bisa apa-apa, ya itu karena kamu belum gerak. Mulai sekarang setelah baca tulisan ini kalian coba untuk move on. Tinggalkan zona nyaman kalian. Dan mulai lah untuk lakukan perubahan pada diri kalian. Jadilah remaja keren yang bisa membuat orang bangga terhadap kalian.

Gimana caranya?
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi hari-hari kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Tulisan ini ditujukan untuk semua orang yang mengaku diri mereka remaja, apalagi yang masih duduk di bangku sekolah. Sayang banget kalo hari-hari kita dilewatkan begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat sama seklai.

Bagi para remaja mungkin gak asing lagi dengan kata ‘nongkrong’. Nongkrong atau ngumpul bareng sama teman-teman ini sering banget dilakukan oleh para remaja apalagi mereka yang masih duduk di bangku SMA. Tiap pulang sekolah gak langsung pulang pasti menyempatkan diri untuk nongkrong sama teman-teman dulu. Udah gitu malam nya nongkrong lagi, entah apa yang dibahas tapi yang pasti tema obrolan nya macam-macam dan kadang yang lebih sering dibahas itu pasti masalah cewek dan memang gak bakalan jauh-jauh dari itu deh.

Entah berapa jam waktu yang dihabiskan buat nongkrong. Sejam? Ah kalo Cuma sejam mah gak asik sob, kadang mereka itu bisa sampe bergadang segala. Pas masuk sekolah gak jerang juga sering telat. Tapi itu semua udah biasa. meskipun selalu kena hukuman tapi gak ada apa-apanya asal demi pergaulan. Yang penting mah gaul, katanya!

Kalo disuruh belajar, males nya pake banget walaupun Cuma lima belas menit aja. Percaya gak percaya tanyain aja ke anak-anak yang hobinya nongkrong. Hmmm, sayang banget kan waktu yang begitu berharganya bahkan di umpamakan bagai pedang itu, harus dibuang Cuma-Cuma. Coba kalo kita sisihkan lima belas menit aja untuk membaca buku secara rutin, lumayan tuh sob bisa banyak ilmu yang kita dapatkan. Gak rugi kan, bisa nongkrong tapi membaca buku juga gak ketinggalan.

Coba deh belajar buat sisihkan waktu kita sedikit untuk hal-hal yang bermanfaat. Nongkrong masih tetap jalan kok gak ngaruh sama sekali. sisihkan buat shalat lima waktunya, gak lama paling Cuma 7 menit atau 10 menit paling lama. Terus baca al qur’an nya juga sepuluh menit atau lebih kalo bisa. Lalu baca buku-buku pelajaran atau buku lainnya lima belas menit atau lebih kan bisa. Paling kalo dikalkulasikan dalam sehari itu kita Cuma butuh waktu 4 jam aja kok dalam mengisi hari-hari kita untuk hal-hal yang  saya sebutkan tadi.

Step by step aja kawan. Kita mulai dari  hal-hal kecil dulu. Insya Allah lama kelamaan juga kita akan mulai menghargai waktu. Nanti juga akan tersadar betapa berharganya waktu itu. intinya mah yang ingin saya sampaikan itu, mulailah dari hal-hal yang kecil dulu. Perlahan dan pasti nanti juga kita mulai berubah ke hal-hal yang lebih baik. Hidup itu Cuma sekali dan kematian itu gak ada yang tau, jadi rugi kalo waktu kita berlalu gitu aja.




Sabtu, 30 November 2013

MANUSIA DAN SIFAT MENGELUHNYA

MANUSIA DAN SIFAT MENGELUHNYA


Assalamu’alaikum wr.wb.
Apa kabar sobat muda muslim, bro and sis rahimakumullah yang semoga selalu di berikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Sebenernya bingung mau nulis apa.. tapi, kalau lagi buka facebook kadang suka risih juga dengan status di beranda yang isinya kebanyakan tentang keluhan, entah itu tentang masalah cinta, konflik rumah tangga, cuaca panas, gara-gara hujan aktivitasnya jadi terganggu, hari-hari yang penuh kesialan dan pokoknya macam-macam deh.. kadang suka pengen koment dan bilang “terus gue peduli gituuu” heeee. Dan mangkannya hari ini saya ingin ngebahas sedikit tentang manusia dan sifat mengeluhnya. Dan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. oke deh langsung aja chek it out…

Mengeluh adalah ungkapan ketidaksepakatan atau penolakan terhadap ketetapan Allah SWT yang terjadi dalam kehidupan seseorang, baik di dalam hati maupun yang udah di ungkapkan.

Manusia dan sifat mengeluhnya mempunyai jarak yang sangat dekat, dan gak bisa dipisahkan.  bahkan gak ada manusia yang belum pernah mengeluh dalam hidupnya. Coba deh sobat hitung, berapa kali dalam sehari sobat mengeluh?. Setiap orang pasti pernah mengeluh, baik orang biasa, pejabat maupun president juga pasti pernah mengeluh.
Allah swt berfirman:
“sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia di timpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. Al-Ma’arij: 19-21).

Mengeluhlah hanya kepada Allah

Bro and sis, rahimakumullah, seperti yang udah kita ketahui tradisi generasi muda saat ini. Bahkan tak dapat di pungkiri generasi islam pun gak jauh beda selalu mengeluhkan keadaannya bahkan tak malu-malu untuk menceritakan dan membagikannya di situs jejaring social, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan faceboook. Seolah-olah mereka mengira bahwa facebook dapat meringankan segala keluh-kesah nya.

Padahal, jika kita amati lagi, sesungguhnya berkeluh kesah di facebook itu membuat kita semakin di pandang lemah dan hina di hadapan orang lain. Bagaimana tidak, baru di timpa masalah kecil aja udah mengeluh. Bahkan tanpa ragu untuk berbagi keluh kesahnya di orang lain di facebook dan sejenisnya..  itu baru masalah kecil, bahkan ketika kita sudah menginjak ke tahap kehidupan baru, dimana kita sudah berumah tangga dan berpisah dari orang tua, akan banyak problema hidup yang akan kita hadapi. Apalagi khususon buat kaum lelaki, gak pantas untuk mengeluh. Seorang lelaki itu calon pemimpin, pemimpin dalam rumah tangganya. Bagaimana dia bisa memimpin jika dirinya aja lembek dan suka mengeluh.

Sebetulnya jika kita mau menelaah lagi, mengeluh itu adalah sifat orang yang gak pernah bersyukur atas nikmat yang telah Allah kasih.
Allah swt berfirman:
            “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nisacaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. (QS. An Nahl: 18)

Maka dari itu sob, syukurilah atas apa yang telah Allah kasih kepada kita, jika sedang turun hujan, ya syukurilah daripada gak pernah di kasih hujan terus kekeringan ntar kita juga yang repot. Kalau di kasih masalah (cobaan hidup) ya hadapi aja anggap aja itu sebagai ujian seberapa besar iman kita. Percayalah Allah gak pernah mempersulit hambanya. Jika pun kita harus mengeluh, maka mengeluh lah hanya kepada Allah saja. Berdoa dan meminta petunjuk-Nya dan memohon agar kita selalu di beri kesabaran, tetap tawakal dan selalu istiqomah dalam menghadapi lika-liku kehidupan ini.

Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. adakalanya jika kita hendak mengeluh, maka berfikirlah lah lagi, apakah kita pantas untuk mengeluh. Apakah bisa menyelasaikan masalah jika kita menceritakan keluh kesah kita pada orang lain. Apakah facebook bisa membantu kita jika kita menulis segala keluh kesah kita di dalamnya. Padahal Allah lebih tau mana yang terbaik bagi kita. Yuk, sebagai generasi islam seharunya kita lebih bijak memilih kepada siapa semestinya kita mengeluh.




Selasa, 09 April 2013

Remaja dan Malam minggu


CATATAN IKHWAN…!!!
Edisi 5/Tahun ke-1 (06 April 2013)


Remaja dan Malam Minggu

Assalamu’alaikum wr,wb.
Ngomongin masalah malam mingguan pasti dah pada tau donk tentang kegiatan yang terjadi pada malam tersebut. Yupzz, biasanya sih kaum remaja senang banget kalo udah malam minggu, dimana mereka bisa kencan, ketemuan dengan pasangannya alias pacarnya dimalam tersebut. Kanapa harus malam minggu coba? Kan banyak ada malam senin, malam selasa, malam jum’at. Kenapa harus malam minggu?? (teruus gue peduli gituuuu..!!).
Yeaah, mungkin satu alasan paling umum karena malam minggu katanya sih malam yang panjang. Emang benar sih… dimalam minggu kita bisa bergadang, toh besok hari minggunya juga liburan, gak sekolah, gak kuliah dan gak kerja.

Hemmm…. Emang asyik bagi yang punya gebetan, tapi gimana dengan yang jomblo. Masa harus jungkrik-jungkrik di kamar sambil nangis sendirian ngelihat teman-temannya pada asyik bermesraan sama pasangannya masing-masing. Miris juga sih….!!!

Tapi sbenarnya kalianlah yang jomblowers yang beruntung,.. kalian tau pacaran itu seperti apa dan kalian tau orang yang pacaran dimalam minggu itu gimana??
Yea tentunya hal yang seperti ini udah gak aneh lagi, kebanyakan atau hampir rata-rata aktivtas pacaran itu identic dengan maksiat. Kalo gak percaya tanyain aja ke aktivis pacaran tadi.  

Biasanya sih orang yang pacaran itu bangga nyeritain aktivitas apa aja yang dilakuin mereka didalam pacaran tersebut. Contohnya teman saya aja hampir rata-rata banyak cerita-cerita kaya gitu, cerita bahwa mereka udah pernah ciuman sama pacarnya, udah pernah pelukan sama pacarnya bahkan ke yang lebih parah lagi.. astagfirullah… nyeritain aib sendiri tuh sepertinya jadi sesuatu yang membanggakan..

Ya tentunya membanggakan, karena orang yang pacaran gak pernah ciuman tuh di sebutnya banci. Terus gimana yang jomblo coba?? Yang boro-boro ciuman, pacar aja gak punya. L
Jadi jomblo itu banyak banget cobaannya.. siapa bilang jomblo itu menyenangkan dan gak ada yang ngatur-ngatur… malah disitulah ujian terberat bagi sang jomblo. Mendapat celaan dari teman-temannya, dikatain gak laku, gak gaul dan gak normal karena gak pernah dapat gebetan.

Tapi ketahuilah para jomblowers.. agama kita, Islam jelas melarang yang namanya pacaran, karena udah jelas aktivitas pacaran itu gimana. Kalo gak  percaya tanya aja ke yang lagi pacaran, mereka udah pernah ciuman belum?. Pasti jawabannya ada yang udah dan ada yang gak ngaku. Kecuali, mungkin yang pacarannya jarak jauh alias LDR gitu.
Hayooo, ada yang kesindir nih??? Bagus dech kalo emang ngerasa ke sindir.

Ma’af bukannya saya iri pada yang pacaran, tapi emang udah jelas kan Allah sendiri melarang hal tersebut.
“dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-isra:32).
Apa saja perbuatan yang tergolong mendekati zina itu? Diantaranya adalah:
Saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, berduaan-duaan dan lain-lain). Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama islam, maka tentu aja hal-hal yang didalamnya terdapat unsur tersebut dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya “pacaran”

Rasulullah saw juga bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farzi (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakanya.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim).





::Ikatan Remaja Muslim Indonesia

Sabtu, 23 Maret 2013

JADILAH REMAJA MUSLIM YANG TANGGUH


CATATAN IKHWAN…!!!
Edisi 4/Tahun ke-1 (24 Maret 2013)


JADILAH REMAJA MUSLIM TANGGUH

Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirot Allah Subhanahu wa ta’ala karena kita semua sampai detik ini masih diberikan nikmat berupa nikmat sehat dan sempat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, nabi kita, Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya yang selalu setia sampai yaumul akhir nanti.

Para pembaca kaum muda muslim yang semoga dirahmati oleh Allah SWT..
Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak dan dengan di tandai dengan pertumbuhan fisik, yang akan membawa sedikit perubahan terhadap sikap, perilaku, kesehatan maupun kepribadian. Remaja juga bisa dikatakan sebagai masa yang berada antara kanak-kanak dan masa dewasa, yaitu masa dimana individu tampak bukan  anak-anak lagi tapi ia juga tidak tampak sebagai orang dewasa, itu terjadi pada laki-laki maupun perempuan.

Sobat muslim rohimakumullah.. sering kita jumpai dizaman sekarang ini remaja-remaja yang hidupnya tanpa punya arah dan tujuan. Entah apa yang mereka cari dan apa yang mereka inginkan dalam kehidupan yang fana ini. Mereka lebih memilih hidup tanpa aturan ketimbang hidup yang di atur-atur. Ya memang hidup dengan banyak peraturan itu terkadang membuat kita risih, tidak bisa bebas melakukan sesuatu yang kita mau, namun ketahuilah, justru adanya aturan itu membuat hidup menjadi bermakna, sejahtera dan teratur.

Dan ketahuilah sob, hidup didunia ini hanyalah sementara, dan gemerlapnya kehidupan dunia ini tak lain hanya sekedar tipuan saja bagi manusia dan akan menyeret manusia ke kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Maka dari itu khususnya remaja muslim, jadilah remaja muslim yang tangguh, jangan pernah tergoda akan keindahan-keindahan dunia yang sifatnya sementara dan menipu. Manfaatkan masa remaja dengan ibadah, dan kelak masa mudamu  akan ditanya dihari kiamat dari empat masa kehidupan didunia ini.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘imran: 185)

Sobat muda muslim rohimakumullah.. ketahuilah, sungguh Allah Subhanahu wata’ala telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Dan tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU.” (QS. Adz-dzariyat: 56)

Beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua apa yang telah di larang-Nya dengan penuh keikhlasan dalam menjalankannya. Itulah tugas utama yang harus dijalankan oleh setiap hamba Allah.

Sobat muda muslim, maka, jadilah remaja muslim yang tangguh, yang tidak terlena akan keindahan-keindahan dunia. Jadilah pemuda yang shalih yang bepegang teguh pada al qur’an dan sunnah-Nya. Jangan biarkan diri kita terlena dan terhasut oleh kenikmatan dunia yang sifatnya hanya sesaat. Dan ketahuilah salah satu anak manusia yang sukses yang mendapat perlindungan dipadang masyar ialah pemuda yang shalih. Pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, juga pemuda yang tumbuh berkembang dalam keta’atan kepada Allah.

Memang sungguh sulit, menjadi orang shalih, apalagi ditengah lingkungan yang serba mengajak kepada maksiat.  Lebih sulit lagi menjadi remaja shalih, karena keremajaan selalu di identikan dengan puncak ketidakstabilan. Saat insting kenalan sedang liar-liarnya. Menjadi remaja shalih berarti sama saja seperti mengekang kuda liar agar menjadi jinak, dan ditunggangi dengan nyaman.

So,  berusahalah untuk menjadi remaja muslim yang tangguh. Jangan malu mengaku sebagai manusia, mengaku sebagai remaja, dan mengaku sebagai muslim. Itu sikap yang harus dimiliki oleh setiap remaja beriman.  “sesungguhnya Agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah islam,” (QS. Ali Imran: 19)

“Barangsiapa mencari agama selain dari agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)

Dan untuk menjadi ramaja yang tangguh, jangan rela dibentuk oleh lingkungan. Berusahalah untuk membuat dan meniptakan lingkungan. Sebagai remaja muslim, ubahlah label disetiap hal yang melingkari anda menjadi islami.  “Kalau engkau memperturuti (keyakinan atau amalan) kebanyakan manusia dibumi ini, pasti mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-an’am: 116)

Sabtu, 16 Maret 2013

Hindari pergaulan bebas


Harian Remaja REANTIK
Edisi 3/Tahun ke-1 (17 Maret 2013)
Penulis : Yusuf Khaerul Ikhwan


“Hindari Pergaulan Bebas”

Assalamu’alaikum wr.wb.
Pergaulan bebas biasanya dilakukan oleh para remaja, yang sedang dalam masa pertumbuhan dan selalu mempunyai rasa ingin tahu. Dan pada kenyataannya pun tidak bisa dipungkiri lagi kalau masa remaja itu adalah masa-masa yang paling indah. Karena disitulah kita sedang mengalami proses masa pencarian jati diri.

Dan kali ini kita akan ngebahas masalah pergaulan para remaja. waah kalau ngomongin tentang dunia remaja gak bakalan ada habisnya nih sob, selalu aja ada bahan obrolan untuk hal yang satu ini. Apalagi pergaulan remaja yang makin hari makin menunjukan sinya-sinyal berbahaya. Kita lihat saja sekarang tuh udah gak ada batasan-batasannya lagi antara cewek dan cowok. Mereka bercampur baur, berkumpul, dan nongkrong bersama-sama. Mungkin sudah tak asing lagi bagi kita melihat hal yang kaya begituan, apalagi di kota-kota besar.

Namanya gaul emang selalu di identikan pada dunia remaja, agar mereka mudah berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Karena secara alamiah remaja mulai mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, psikologis maupun social. Secara fisik, organ-organ tubuh termasuk organ reproduksi mulai mateng. Secara psikologis, remaja mulai mengurangi ketergantungannya dengan orang tua. Dan secara social, remaja mulai mengenal dunia luar, bergaul bersama teman-teman sebaya maupun masyarakat luas.

Akibat dari masa-masa itulah banyak remaja yang salah langkah, akibat bergaul yang diluar batas sehingga menimpa dampak buruk pada mereka, seperti hamil diluar nikah, overdoses akibat narkoba, bahkan terkena penyakit HIV/AIDS. Kebanyakan dari mereka mungkin karena terlalu polos, hasutan dari teman-temannya yang akhirnya membawa mereka terjurumus. Mereka tidak pernah memikirkan akibat yang bakal terjadi pada diri mereka nantinya. Persis seperti lagunya Rhoma irama. Hehe…

Yupss, inilah bahaya yang kini melanda umat. Dengan potret kehidupan bermasyarakat yang bebas, lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan (termasuk syariat) yang ada, akan tercipta sebuah kehidupan yang amburadul, tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya untuk bergerak, berbicara, dan berbuat dengan leluasa. Dalam kondisi seperti inilah, akhirnya hawa nafsu di Tuhankan, syariat islam dicampakan, dan rasa malu nyaris tak tersisakan. Dengan demikian kehidupan yang dijalani tak jauh beda dengan kehidupan “binatang”, bahkan mungkin lebih sesat dari binatang.

Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa remaja, atau katakanlah masa muda. Suatu masa yang akan ditanya Allah dihari kiamat diantara empat masa kehidupan di dunia ini. Islam telah mengatur etika pergaulan ramaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja.

Bergaul sih boleh-boleh aja sob, gak ada yang melarang karena itu termasuk salah satu cara yang dilakukan manusia untuk bersosialisasi dengan sesama manusia dan bergaul udah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap manusia. Karena pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri, walaupun manusia itu sendiri diciptakan berbeda-beda.

Allah swt berfirman yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi Maha mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Senin, 11 Maret 2013

SABAR TAK ADA BATAS


Harian Remaja REANTIK
Edisi 2/Tahun ke-1 (12 Maret 2013)
Penulis : Yusuf Khaerul Ikhwan


“SABAR TAK ADA BATAS”

Assalamualaikum wr.wb.
Hari ini kita akan ngebahas tentang sabar nih sob,. Sebenarnya apa sih arti sabar itu?. Pastinya sahabat muda  sudah pada tau dong,.. yups, bener banget.. sabar adalah menahan diri dari berkeluh kesah atas segala cobaan atau ujian yang diberikan Allah pada kita serta menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

Ada berbagai macam bentuk-bentuk kesabaran itu, yang di antaranya sabar dalam ketaatan kepada Allah. Seperti apa sih sabar dalam ketaatan kepada Allah itu? (kasih tau gak yaa..). jadi gini nih sob, secara tabiat jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan manusia sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah sholat. Apalagi habis pulang kerja tuh pasti kondisinya lelah banget, pengennya langsung ngegubrak aja ke kasur,.. hehe.. padahal sholat itu wajib loh sob, dalam keadaan apapun diri kita, mau capek, sakit, sedang di hutan, di laut, pokonya dimana saja sholat itu kudu di laksanain. (lha tapi ko dilaut?, ya iyalah kita sedang berada di tengah laut juga kalo udah waktunya untuk sholat itu tetap kewajiban yang harus dilaksanakan… hehe maksudnya sholatnya di atas perahu atau kapal laut gitu sob, kan sekarang mah banyak, dulu aja di Amerika ada orang yang sholat di atas mobil).

Terus yang kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Dan yang ketiga karena kaduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad. Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,.. (1) dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu keikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’. (2) kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah ditengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunah-Nya. (3) kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.

Pada hakikatnya kesabaran itu tidak memiliki batas, sebagaimana ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka, yang kesabarannya tiada batas. Allah berfirman: “sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-zumar: 10)

So, jika ada yang bilang bahwa “kesabarannya telah habis” itu gak bener sob, itu mah orangnya aja yang gampang putus asa. Padahalkan Allah udah menjanjikan pahala bagi mereka selalu bersabar. Dan sabar ini adalah suatu amalan yang agung, sampai-sampai Allah katakana bahwasanya Dia bersama orang-orang yang sabar. “dan bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-anfal: 46)

Dari ayat diatas dapat kita katakan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar berarti kita udah memilih untuk melepaskan kebersamaan Allah, berupa rahmat dan perlindungan-Nya.

Saudaraku semuslim, sebangsa dan setanah air dimanapun kalian berada (asal jangan berada ditanah aja.. hehe, mati dong..). jadi jelaskan sob, kalau kesabaran itu tak ada batasnya. Bagi yang masih bilang kalau “kesabarannya udah habis” itumah hanya orang-orang yang putus asa aja. Nih ana punya kisah yang menarik buat nambah motivasi dan keimanan kita semua, kisah ini terjadi pada masa Rasulullah SAW.

Ketika diutusnya Rasulullah untuk menyampaikan kebenaran dari Allah dan mengeluarkan manusia dari gelapnya kesesatan yang menyelubungi kehidupan mereka. Berita tentang datangnya Nabi baru itu tak lepas juga dari perhatian ‘Amar bin Yasir. Kemudian dengan rasa penasaran ia mendatangi Rasulullah dirumah Arqom bin Arqom dan mendengarkan langsung wahyu yang diturunkan kepada beliau. Hatinya pun tertambat dan merasakan ketenangan yang tiada tara, yang menjadikan Allah membuka hatinya untuk memeluk Islam.

Setelah membaca dua kalimat syahadat, ia langsung menemui ibunya, summayah dan menawarkan agama baru itu kepada ibunya, Gayung pun bersambut, hati wanita tua yang telah lama kosong itupun disinari cahaya Illahi. Tanpa keraguan sedikitpun, begitu juga suaminya, Yasir, yang juga bersegera menyambut ajakan putranya untuk memeluk islam.

Maka bergabunglah keluarga yang bersahaja itu dalam bahtera Islam, yang pada masa itu para pengikutnya sangat terkekang dan disudutkan, terutama bagi mereka dari golongan rendah seperti keluarga Yasir.

Mendengar berita keislaman keluarga Yasir, orang-orang musyrikin, terutama bani Makhzum menjadi murka dan geram. Bila sahabat Rasulullah yang lain, seperti Abu Bakar, terlindungi oleh kaumnya karena kedudukannya, maka keluarga Yasir dan Sumayah setelah Bani Makhzum menabuhkan gendering perangnya terhadap Islam, taka da lagi yang dapat melindungi mereka dari hinaan dan siksaan kaum kafir quraisy. Hanya Allah lah yang dapat melindungi mereka dari segalanya. Tidaklah seseorang dikatakan beriman kecuali setelah di Uji dan diberi cobaan dalam Agama dan kehidupan mereka. Jika mereka mampu bersabar maka itulah orang-orang yang benar dan tulus keimanannya.

Masih mau lanjut gak nih sob,..? masih panjang loh kisahnya. Kita lanjut aja ya biar gak ngambang nantinya.

Itulah yang sekarang menimpa Sumayyah dan suaminya serta putranya. Orang-orang Quraisy tanpa rasa iba dan kasih saying menyeret mereka dijalanan dan membawa mereka ke padang pasir ditengah terik matahari, dengan memakaikan baju besi kepada mereka untuk menambah penderitaan mereka. Setelah keringat mereka berhenti mengalir, tubuh mereka kering, dan darah mereka mulai bercucuran, mereka dipaksa untuk kembali murtad dari Agama islam dan dipaksa untuk menghina dan mencaci Rasulullah, dan memuji Tuhan-Tuhan mereka. Namun hati-hati yang telah mendapatkan ketenangan dan kedamaian dari petunjuk Allah itu tak tergeming sedikitpun, walau disiksa dan dibunuh sekalipun. Panasnya matahari tak lagi mereka takuti, mereka lebih takut akan siksa api neraka yang berlipat-lipat lebih panas dari panasnya matahari didunia. Kejamnya para penyiksa tak lagi mereka takuti, karena mereka lebih takut kepada Allah yang maha pedih siksanya dan berkuasa atas segala sesuatu. Makin tubuh mereka disiksa makin bertambah keimanan dan penyerahan diri mereka kepada Allah.

Subhanallah,, itulah satu kisah yang semoga memotivasi kita untuk terus bisa bersabar dalam menghadapi ujian hidup ini. Tidakkah kita melihat bahwa keluarga Yasir itu baru masuk Islam dan keiimanannya masih lemah kala itu, ditambah lagi mereka harus menghadapi siksaan-siksaan yang pedih oleh kaumnya. Tapi kita yang baru di beri cobaan berupa sakit gigi aja mengeluhnya minta ampun.. hehe.. sakit juga sih tapi kan disisi lain Allah sedang menguji kesabaran kita. Ingat, jangan pernah mengeluh kawan, Allah selalu bersama hambanya yang sabar.

Demikian besar rahmat dan ganjaran yang Allah berikan bagi orang-orang yang bersabar. Pahala tanpa batas, kedudukan yang mulia, semestinya menjadika seseorang berkeinginan kuat dan terpacu untuk mewujudkan hakikat kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas.



Minggu, 10 Maret 2013

Mencintainya atau Mencintai-Nya..?


Harian Remaja REANTIK *
Edisi 1/Tahun ke-1 (10 Maret 2013)


Mencintainya atau Mencintai-Nya..?

Assalamualaikum wr.wb.
Wah pada bingungkan dengan judul di atas. Namun meskipun penyebutannya sama tetapi ada perbedaan makna dalam tulisannya. Yang seperti kita ketahui kata “mencintainya” yang ada didepan itu adalah ditujukan pada orang-orang yang kita cintai. Seperti orang tua, saudara dan sebagainya.. apalagi yang satu ini nih “pacar” pastinya gak bakal ketinggalan.

Dan berikutnya kata “mencinta-Nya” yang di tulis dibelakang itu ditujukan khusus untuk kata Tuhan.. cinta kepada Allah, inilah hal yang sulit, terkadang kita harus mengutamakan urusan dunia daripada urusan akhirat, di dalam hati kita, hanya ada dua kemungkinan yang mengisi, yaitu cinta kepada Allah dan cinta kepada selain Allah.

Lalu bagaimana dengan hatimu, siapa yang ada dalam hatimu? Allah atau… pacar?, ya pastinya Allah dong, tapi hatiku selalu tertuju pada si Do’i, aku takut kehilangan dia.. chie chie, so sweet banget nih yang dilanda asmara. Yups begitulah manusia, yang bilang cinta kepada Allah namun di hatinya masih terdapat kecintaan pada dunia. Dunia itu terlalu indah untuk di sia-sikan, mangkannya inilah alasan kebanyakan orang lebih mementingkan dunia ketimbang akhirat. Walah gawat nih urusannya.,

Ingat nih sob, jika hati kita terisi Allah, itulah tanda besarnya rasa cinta kita kepada Allah. Tak ada yang melebihi rasa cinta kita selain kepada Allah. Namun sebaliknya jika hati kita lebih sering terisi pada selain Allah, itu tandanya bahwa rasa cinta kita kepada Allah masih terkalahkan oleh rasa cinta kepada selain Allah. Dengan kata lain berarti iman kita lemah.

Cinta dan pacaran, hhmm.. kalau udah bicara masalah pacaran, wah ini nih penyebabnya. Banyak banget loh efek negative nya sob. Selain bisa membuat kita jauh dari Allah, pacaran juga bisa membuat Allah murka. “lha kok bisa gitu?”. Ya bisa dong, jelas pacaran itu lebih condong kepada zina. benarkan?

Padahal Allah telah memperingatkan hamba-Nya dalam surat Al-isra ayat 32 yang artinya gini nih, “dan janganlah kamu mendejati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Nah jelaskan sob, itulah zina.. Allah sudah memperingatkan kita untuk tidak mendekati zina, dan kalian udah tau kan jalan menuju zina itu apa,.. gak salah lagi sob, itu adalah pacaran.

Perhatikan aja yang pacaran, jika si cowok nya udah keluar gombalannya tuh, pasti si ceweknya mudah banget klepek-klepek.. nah disini nih yang berbahaya. Cewek tersebut bisa aja ngelakuin apa aja yang si cowoknya minta. Dengan alasan si cewek itu takut kehilangan cowoknya tadi. Ini bisa dimanfaatkan oleh cowok tersebut, bahkan untuk hal yang lebih keji yaitu memuaskan hawa nafsunya. Wuuuh dahsyatkan…

Kalau gak percaya kita perhatikan dua sejali yang lagi pacaran, awalnya cuma deket-deketan aja, terus pegangan tangan, lalu cium-ciuman, kalau cium pipi atau lebih sering dikenal cipika-cipiki itu udah biasa lanjut deh ke leher, di leher udah bosen nambah lagi deh ke yang lainnya. Uhhh parahkan sob. Ini nyata lho.. “lha kok ente tau”.. ya tau lah orang teman-teman ana sering cerita kaya gitu. Bagi mereka ngelakuin kaya gitu tuh begitu membanggakan, apalagi kalau diceritain sama temannya gitu,.. astagfirullah aib sendiri bangga di ceritain ke orang-orang.. terus gue harus bilang wooow gitu.

Itulah problema cinta anak remaja zaman sekarang, mereka bilang “aku mencintaimu dengan tulus” padahal kata-kata itu hanya sebagai senjata untuk menaklukan hati si korban tadi. untuk para ladis-ladis nih,apalagi yang masih polos, jangan percaya dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut cowok. Survey membuktikan mereka hanya cinta kalian karena nafsu, hanya ingin menjadikan kalian sebagai pelampiasan untuk memuaskan nafsunya tersebut.

Okay, kembali ke pembahasan awal nih, tentang cinta pada Allah. Ketahuilah kawan meskipun kita rajin shalat namun ternyata shalat bukanlah jaminan seseorang bisa dekat dengan Allah. Karena ternyata, sholat pun memiliki tingkatan kualitas. Sholatnya orang yang jarang mengingat Allah adalah sebatas untuk menggugurkan kewajibannya aja. Sholat tersebut dilakukan hanya sebagai rutinitas fisik, jauh dari hakikat penghambaan seorang makhluk kepada Tuhannya. Dengan lebih jelasnya gini sob, secara fisik emang kita sholat, namun hati pikiran kita melayang tak tentu.

Cinta pada Allah adalah untuk mengenal Allah dan menjalin kedekatan pada Allah. Bukannya Allah membutuhkan cinta dari makhluk-Nya. Namun alangkah baiknya kita sebagai makhluk ciptaan-Nya, selalu mengingat Allah dan selalu mengutamakan Allah daripada hal-hal yang lainnya terutama yang bersifat keduniaan. Kehidupan ini akan indah jika setiap manusia mau mengenal Allah dan mau mendekatkan diri kepada-Nya. Karena tiadalah tempat bergantung selain kepada Allah. Cintailah Allah melebihi segalanya, insya Allah hati akan tenang, tanpa ada galau-galauan lagi deh sob.

Well, mari kita tingkatkan kecintaan kita kepada Allah agar kita bisa ikhlas dalam beribadah dan taqwa kepada-Nya. Sungguh besar kasih sayang Allah pada kita sob, tapi kita malah tidak mensyukurinya. Hmmm semoga keberkahan Allah selalu terlimpah untuk kita semua yang bertakwa pada Allah. Aamiin



ASALAM UKHUWAH ISLAMIYAH

Kamis, 07 Februari 2013

HARUSKAH MENENTANG TAKDIR?

HARUSKAH MENENTANG TAKDIR?

Tidak mudah rasanya untuk hidup bahagia seumur hidup. Jika berbicara masalah takdir, setiap orang tentunya sudah ditentukan takdirnya masing-masing. Tak ada manusia yang hidupnya selalu bahagia, bahkan orang yang kaya dan sukses pun pasti pernah merasakan kepedihan dalam hidupnya.

Pernah ada salah satu teman saya yang hidupnya selalu dirundung kepedihan. Kemudian dia berkata “tak lama lagi kepedihan hidup ini akan segera berakhir, dan aku akan hidup bahagia selamanya”.  Bagaimanapun itu sudah menjadi jalan kehidupan. Jika berfikir setelah kita terlepas dari penderitaan maka kita akan menemui kebahagiaan itu bukanlah hal yang salah. Namun, jika berbicara pada “bahagia selamanya” pastinya sangat mustahil.

Saya katakan sangat mustahil karena bagaimanapun upaya kita untuk tetap hidup bahagia bukanlah hal yang mudah. Tentunya setiap orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi apalah daya jika suatu musibah derita datang kita tak mampu untuk menolaknya. Karena hidup ini tak lepas dari permasalahan, baik itu masalah kecil maupun besar sudah menjadi kodrat Tuhan.

Takdir setiap manusia satu dengan lainnya berbeda-beda, ada yang hidupnya penuh dengan kemewahan, ada yang selalu menderita, ada orang miskin dan kaya, bahkan ada juga yang selalu dihampiri kesialan. Namun disamping itu kita harus memahami bahwa hidup ini adalah perputaran. Kehidupan selalu berputar, tak selamanya orang akan dirundung kepedihan, pasti akan ada kebahagian, begitupun sebaliknya, tak akan ada orang yang hidupnya selalu bahagia, pasti dia akan merasakan kesedihan kapanpun juga.

Pada intinya, jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain. Jika hari ini kepedihan sedang mengampiri maka tunggulah, bersiap-siap untuk kebahagiaanmu yang akan datang. Dan jika kebahagiaan itu datang bukan berarti kau akan bahagia terus selamanya sampai mati. Kau perlu ingat bahwa hidup itu tak pernah lepas dari permasalahan. Tak ada manusia yang dalam hidupnya tidak pernah menemui masalah, semua orang pasti punya masalahnya masing-masing.

Takdir itu sudah ketentuan Tuhan, kita sebagai makhluk ciptaan-Nya hanya bisa pasrah dan berserah diri pada-Nya. Jikapun hidupmu selalu dirundung kepedihan, percayalah dibalik kepedihanmu ada kebahagiaan yang masih tersembunyi. Tuhan tahu yang terbaik untuk hidup kita, karena Dia yang telah menciptakan kita, dan tak akanada orang yang mampu melawan takdir-Nya.



Sumber : Pencarian Jati Diri